-->

Sambut Wisatawan Malaysia, Pengelola #DanauToba Siapkan Wisata Halal

ilustrasi
SIPOHOLON ONLINE -- Badan Pelaksana Otorita Danau Toba terus mengoordinasikan proses pelaksanaan wisata halal di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara.

Usai menyambut wisatawan yang tiba di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Kamis (19/4), Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, wisata halal yang menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan strategis nasional itu.

Apalagi mayoritas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Danau Toba berasal dari Malaysia yang mayoritas beragama Islam. "Sekitar 50 persen wisatawan mancanegara di danau Toba itu berasal dari Malaysia," katanya.

Secara umum, kata Arie Prasetyo, lokasi yang dikunjungi wisatawan ketika berwisata ke Danau Toba adalah Parapat dan Samosir. Untuk kawasan Parapat, fasilitas wisata halal tersebut cukup banyak, termasuk rumah ibadah dan restoran yang menyediakan makanan halal.

Namun pihaknya mengakui fasilitas tersebut masih minim di Samosir, terutama di Tomok yang menjadi salah satu lokasi utama kunjungan wisatawan. Karena itu, BPODT terus berkoordinasi dengan Pemkab Samosir untuk mendukung penyediaan fasilitas halal di berbagai lokasi wisata.

BPODT juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk menyiapkan dan membangun fasilitas ibadah di Samosir.

Dengan keberadaan fasilitas wisata halal dan rumah ibadah tersebut, wisatawan yang beragama Islam dapat beristirahat sejenak ketika memasuki waktu sholat.

Jika tidak ada fasilitas wisata halal dan rumah ibadah tersebut, dikhawatirkan wisatawan yang beragama Islam tidak dapat berlama-lama di Samosir karena harus mencari makanan halal atau tempat beribadah.

"Jadi, rumah ibadah itu bisa menjadi semacam rest area. Kalau tidak ada, kunjungan mereka hanya sebatas makan siang atau sampai masuk saat ibadah," katanya didampingi Humas BPODT Ondo Ria Simatupang.

Menurut dia, berbagai fasilitas wisata halal tersebut sangat mendukung kenyamanan wisatawan yang beragama Islam sehingga long of stay mereka menjadi lebih lama.

Dari koordinasi yang dilakukan selama ini, Pemkab Samosir juga mendukung dan memberikan respons positif mengenai keberadaan fasilitas wisata halal tersebut. Namun ada beberapa masyarakat yang masih belum menerima. "Itu perlu terus disosialisasikan," ujar Arie Prasetyo. (sumber)

#ErasMas Ingin Tingkatkan #Keamanan bagi Warga #PilgubSumut2018 #Djoss

BERITA SIPOHOLON -- Aksi kriminalitas dinilai menjadi permasalahan yang serius di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Hal ini tentu bisa menjadi ancaman bagi keamanan masyarakat.

Setidaknya hingga tahun 2015, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumatera Utara selalu masuk ke dalam 3 besar wilayah dengan tingkat kejahatan tertinggi. Sepanjang tahun 2015 saja, misalnya tercatat terdapat 35.248 kasus kejahatan. Diantara aksi kejahatan tersebut, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan penganiayaan merupakan jenis kejahatan terbanyak di Sumut.

Kemudian, menurut catatan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sepanjang tahun 2017 ini, Sumatera Utara masih masuk ke dalam wilayah yang sangat rawan aksi kejahatan. Menurut data Polda Sumut, sedikitnya ada 581 kejahatan yang melibatkan 728 tersangka yang terdiri 686 pria dan 42 wanita, terjadi di wilayah Sumut. Hal itu berdasarkan data kasus yang ditangani Polda Sumut dan jajarannya sepanjang Operasi Antik Toba 2017 antara tanggal 14 hingga 28 Agustus 2017 ini.

Baca selanjutnya

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tengku Yans Fauzie (@tengku_yansfauzie) pada

Video Indahnya Air Terjun Sigura-gura

Air terjun Sigura-gura sudah lama terkenal. Sehingga, banyak yang menganggapnya sebagai objek wisata lama.

Namun, Sigura-gura tetap merupakan tujuan wisata yang indah. Selain itu menjadi tempat arung jeram yang digemari.

Lihat beberapa video berikut untuk membuktikannya.

Mengejar Kacang Sihobuk di Sipoholon, Taput

Ketika memasuki kawasan kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara di Jalan Lintas Sumatera Utara Anda pasti akan menemukan jejeran kios yang menjual kacang.

Kios-kios tersebut menjajakan kacang-kacang yang sudah dibungkus dengan kemasan dengan label 'Kacang Sihobuk' berwarna merah.

Kacang Sihobuk merupakan salah satu oleh-oleh khas Sipoholon yang sering banyak diburu oleh wisatawan.

Berbeda seperti kacang-kacang lainnya, Kacang Sihobuk ini di proses dengan cara dibakar dan digoreng dengan pasir.

Melihat sejarah dari Kacang Sihobuk, pada mulanya kacang ini di produksi di sebuah desa bernama Sihobuk.

Namun tidak terlalu terkenal seperti saat ini hingga suatu waktu desa mereka terkena longsor dan mereka pun mengungsi ke daerah Sipoholon.

Di desa Sipoholon ini lah mereka bercocok tanam dan memproduksi kembali kacang yang dulu pernah mereka buat.

"Pas mereka berjualan disini lah orang-orang mulai kenal. Karena ya tempat kami (Sipoholon) ini lah kan lintas Sumatera jadi banyak orang kenal," ujar salah satu produsen Kacang Sihobuk. (sumber)

Air Panas Sipoholon Disebut Mirip Pamukkale

Belakangan banyak wisatawan Indonesia yang berbondong-bondong menuju Turki. Tidak hanya terpesona dengan keindahan Cappadocia, mereka juga penasaran dengan kecantikan Pamukkale, sebuah pemandian air panas dengan kolam serba putih yang eksotis.

Tidak perlu jauh-jauh ke Turki, Indonesia ternyata punya sumber air panas yang mirip dengan Pamukkale. Wah, dimana sih pemandian keren satu ini? Yuk, simak uraian selengkapnya berikut ini!

More

Horas

Di Sipoholon